![]() |
| Pengusaha Bawang Merah Brebes, Terpaksa Ekspor ke Luar Negeri |
Pengusaha bawang merah Brebes terpaksa mengekspor bawang ke Thailand dan Philipina karena, harga bawang di pasaran lokal terhitung murah. Jumat (10/10/2014) sore , Dirijen Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan, Srie Agustina, melepas 170 ton bawang merah di gudang bawang merah, Klampok, Wanasari, Brebes, Jawa Tengah.
Bawang yang akan diekspor ke Malaysia dan Thailand merupakan produk Brebes dengan bibit dari luar, yaitu Thailand dan Philipina. Dengan kondisi pasar di dalam negeri yang sedang murah, hasil panen bawang merah sengaja dijual kembali ke luar negeri.
Srie Agustina mengungkapkan, “Meski bibit dari Philipina, tetapi Brebes masih menjadi basis produksi bawang nasional dan dengan ditanam di Indonesia, maka para petani kita akan diuntungkan pula.”
“Keseimbangan impor dan ekspor sebaiknya dijaga oleh pengusaha bawang merah. Kita ekspor maka kita harus impor,” tambahnya.
Srie Agustina juga menjelaskan, “Meski saat ini permintaan bawang di Indonesia jumlahnya belum besar, namun dengan bawang merah yang sudah dalam bentuk olahan seperti bawang goreng dan sejenisnya semua dapat diatasi.
Sedangkan, Beni Santoso, pengusaha ekpor dan impor bawang merah menjelaskan, dirinya sudah menyiapkan 900 ton bawang yang siap diekspor secara bertahap.
“Kita hanya dapat mencukupi 1500 ton, sedangkan permintaan pasar luar negeri mencapai 2500 ton pertahun,” terang Beni.
Dengan harga Rp 10.000 – Rp 12.500 per kg, para pengusaha membeli bawang merah dari para petani yang kemudian mereka ekspor ke luar negeri.

0 komentar:
Posting Komentar